Friday, September 27, 2013

Question and Interview - UCEO Task Week 4

TUGAS MINGGU KE-4: CALCULATED RISK TAKING

Tugas 1: Mengapa masih ragu berentrepreneur?

Menurut saya. banyak faktor yang menyebabkan seseorang ragu untuk memulai sebagai Entrepreneur ... secara umum ada 2 faktor utama : eksternal dan internal. Dimana kalau untuk diri saya sendiri, menurut saya faktor internal lebih berperan penting..


Faktor eksternal atau lingkungan
Seseorang ragu untuk menjalankan usaha karena takut tanggapan orang lain (orang tua, pasangan, pacar, teman-teman) yang melihat bahwa seorang Entrepreneur adalah seorang looser (tidak laku dalam mencari pekerjaan) ... Hal ini tidak bisa disalahkan, karena pandangan masyarakat Indonesia pada umumnya yang melihat menjadi pegawai akan lebih terjamin dalam hal income (memiliki gaji bulanan yang tetap).

Faktor internal atau pribadi
Adalah faktor dari dalam diri seseorang yang ragu menjadi Entrepreneur, misalnya motivasi yang kurang, takut gagal, sudah dalam comfort zone (sehingga enggan meninggalkan pekerjaan sekarang).

Solusi yang umum adalah : motivasi untuk berubah menjadi lebih baik...

Kata pepatah tidak ada yang abadi kecuali perubahan ... nah kalau mau hidup "abadi" seseorang harus berubah. Comfort zone adalah musuh besar bagi sesorang Entrepreneur. Dengan motivasi ini akan hilang semua hambatan lingkungan maupun faktor psikologis dari dalam, karena yakin perubahan akan membawa kehidupan yang lebih baik.
Masalah hambatan atau kegagalan usaha tidak ada hubungannya dengan motivasi untuk menjadi Entrepreneur.

Hal lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah target ... sesorang tidak akan serta merta menjadi Entrepreneur kecuali memang sudah berusaha sejak kecil. Dengan kondisi sosial saat ini, umumnya orang akan berjalan mengikuti jenjang pendidikan ... nah, apapun jenjang pendidikannya, mampu atau tidak, sudah cukup memiliki bekal pengalaman atau tidak, seorang Entrepreneur akan menetapkan target untuk berusaha secara total karena pada dasarnya seorang Entrepreneur adalah seorang yang Risk Taker.

Memang ada contoh orang yang menjadi pegawai tetapi diam-diam memulai usaha, karena takut gagal maka status pegawainya dipertahankan.

Seorang Entrepreneur akan melihat bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda dan mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut untuk terus maju.

Kalau masih ragu menjadi Entrepreneur lihat saja, apakah tukang bakso langganan kita tutup karena tidak ada pembeli? atau dalam skala yang lebih besar apakah Negara Singapura mengalami kebangkrutan karena tidak ada pembeli dan penjual?

Saya rasa ilustrasi pertanyaan tersebut dapat terus memotivasi kita agar tidak takut terus mencoba dan mencicipi kegagalan berulang kali..


Life is too short to let fear make big decisions for you..


====================================================================================



Tugas 2: Bagaimana perjalanan menjadi entrepreneur?

Untuk tugas wawancara saya mewancarai teman saya sekaligus mentor saya, dimana menurut saya beliau sudah menjadi pengusaha sukses. Beliau bernama Andreas Pardyanto. Owner dari PT Multi Informatika Solusindo yang beralamat di Grand Wijaya Center Blok H/41, Jl. Wijaya II, Jakarta 12160. Lini bisnisnya adalah bidang teknologi informasi dan komunikasi sebagai sistem integrator.


Berikut adalah kutipan jawaban dari beliau terkait pertanyaan bagaimana perjalanan menjadi entrepreneur.


Pastinya setiap orang memiliki motivasi yang berbeda ... tetapi keputusan menjadi penjual bakso keliling akan berbeda dengan keputusan seseorang yang berpendidikan untuk menjadi Entrepreneur. Seseorang menjadi tukang bakso mungkin karena terpaksa. Hidup di desa serba sulit, tanah tidak punya, cuaca tidak menentu dan tidak ada dukungan pemerintah untuk tetap menjadi petani. Terpaksa hijrah ke kota dan dengan pengalaman yang minim berkeliling menjajakan bakso. dalam perjalananya akan memiliki pelanggan dan seterusnya ...
Sudah cukup banyak kita dengar penjual warung tegal di pinggir jalan memiliki kediaman yang cukup mewah di desanya.

Seseorang yang berpendidikan tentu tidak memiliki motivasi menjadi Entrepreneur karena "terpaksa", tetapi karena sudah memikirkannya secara baik-baik dan memiliki target untuk terjun secara total, memiliki rencana-rencana (termasuk back-up plan) dan yang terpenting memiliki kreativitas dan inovasi dalam menghadapi tantangan dan hambatan usaha.

Apakah akan secara otomatis menjadi pengusaha yang besar ? bisa iya bisa tidak ... tergantung dari bagaimana seorang Entrepreneur menyikapi opportunity. Tetapi Entrepreneur sejati pada umumnya memulai usaha dari bawah dan tahap-demi tahap menjadi besar. Dengan tahapan inilah seorang Entrepreneur belajar ... Bila cepat menjadi besar umumnya akan cepat juga menjadi kecil kembali, tetapi Entrepreneur yang berjenjang, akan lebih tahan menghadapi hambatan dan tantangan bisnis.

Kalau gue, memang memiliki cita-cita menjadi pengusaha ... untuk menuju cita-cita itu gue harus memiliki pengalaman (karena lingkungan keluarga gue memang enggak ada yang jadi pengusaha). Oleh karenanya gue "magang" ? magang dimana ? karena gue punya hobby IT, ya harus magang di perusahaan IT dong ... perusahaan IT yang mana ? cari yang terbaik.

Ada satu hal dalam "magang" gue di perusahaan IT (IBM, Sun Microsystems dan Microsoft) adalah gue merasa tidak pernah cukup dan akhirnya terjebak dalam "comfort zone" tadi, sebelum akhirnya sadar bahwa magang nya kelamaan ... akhirnya dipatok target umur. Umur 40 tahun harus memiliki usaha sendiri. Usaha apa ? Enggak jauh-jauh lah usaha dibidang IT.

Bagaimana dengan modal ? Umumnya pedagang, usaha tidak dimulai dengan modal financial, tetapi modal kepercayaan.

Gue punya customer, gue kenal distributor, programmer, gue tahu struktur harga barang ... tinggal jalan cari opportunity.
Hanya dengan persiapan mental, gue memulai usaha langsung dengan pengunduran diri dari Microsoft pada usia 40 tahun.
Awalnya berpikir ... nekad nih ... keluarga juga bingung, ngapain keluar dari perusahaan asing dengan gaji dan benefit yang ibarat kata kita tidur akan kita dapatkan ? Tapi itu tadi motivasi sudah kuat ...

Mulai usaha sendiri ... datang ke customer, "hallo sekarang saya sudah tidak bergabung dengan Microsoft, apakah ada yang dapat saya bantu ?". Awalnya tentu customer masih ragu, dalam pemikirannya "paling bisanya jualan lisensi Microsoft". Tetapi perlahan kita tunjukan kemampuan kita. Awalnya cukup menjadi perantara (broker lah), customer perlu barang IT, kita carikan ... lama-lama berkembang, punya satu pegawai, dua pegawai sampai akhirnya memiliki 40 orang pegawai dalam 5 tahun tidak terasa dan menjadi system integrator .. danmemiliki produk sendiri.

Kedepannya gue sedang mencari bisnis dalam bidang lain supaya hidup gue punya warna yang lebih banyak lagi ...

Enjoy aja ...

Demikian kutipan wawancara saya dengan beliau, semoga berguna bagi rekan’ UCEO dan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menambah semangat ber-entrepreneur.


Untuk saran, komentar, kritik, dan postingannya saya ucapkan terima kasih..


Salam entrepreneur,



Hansel Tanuwijaya


lecture4quiz4
edit · good note 0
15 hours ago by Hansel Tanuwijaya
followup discussions
for lingering questions and comments
raden agus yogaswara 15 hours ago Kisah yang inspiratif
raden agus yogaswara 15 hours ago Tapi bagaimana dengan anda sendiri Hansel, apakah sudah mulai mencoba berusaha?
Hansel Tanuwijaya 2 hours ago Terima kasih atas responnya Pak Raden..

Ijinkan saya bercerita sedikit..

Ya, saya sendiri sudah mulai menjadi entrepreneurship sejak 2 tahun lalu. Bidang yang saya geluti adalah elektronik komputer dan premium gadget. Saya membuka bersama teman saya usaha sampingan membuka toko di kawasan mangga dua, mencoba berusaha sendiri, mencari tambahan uang jajan.. karena saya sejak kecil dididik untuk tidak manja.. hehehe.. Di mana dalam perjalanannya saya kemudian bertemu beberapa network lainnya dan sekarang saya juga menjadi penjual gadget premium (yang dimaksud gadget premium ini adalah saya menjual gadget ponsel yang baru saja launch, seperti contohnya sekarang saya per minggu lalu sudah mulai menjual galaxytab3, iphone5s, dan iphone5c dengan import langsung dari hongkong bersama teman' saya.. hehe). Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya koneksi networking saya pun mulai "iseng" menjajal dunia lain seperti properti, tanah, pashmina, brokerage batu bara, dan lainnnya..

Dan seperti yang saya bilang sebelumnya, tantangan terbesar dalam ber-entrepreneurship adalah internal. Di mana motivasi saya yang kurang dan dikarenakan sudah berada di comfort zone.. Selain itu saya belum bisa full 100% terjun ke dalam dunia entrepreneurship dikarenakan saat ini saya masih bekerja (masih mencari pengalaman kerja sampai minimal 5 tahun), dan sampai akhir tahun ini saya masih harus menyelesaikan tesis saya. Saya takut tidak memiliki waktu yang cukup dan hilang fokus. Mungkin tahun depan, dimana satu demi satu target pencapaian saya dalam hidup mulai dipenuhi satu demi satu, saya dapat terjun ke dunia entrepreneurship 100%..


Terima kasih.

Monday, September 16, 2013

UCEO week #4

kalau kita dapat menghitung betul' resiko secara matang (termasuk hitungan rugi gagal) maka dapat berani mengambil tindakan.

resiko adalah penyimpangan-penyimpangan yang merugikan

Ternyata ada empat sikap dalam menghadapi resiko. Yang pertama yaitu, kita bisa belajar misalnya menghindari resiko sepeti orang tipe A tadi. Jadi itu contohnya misalnya seperti karyawan. Tidak berani mengambil keputusam, tidak berani mengambil usaha akhirnya dia ikut sama orang lain.

Kemudian yang kedua adalah tipe orang yang berani menghadapi resiko. Yaitu artinya dia bisa mengambil kemungkinan-kemungkinan di mana yang dia hasilkan di luar perkiraan. Kemudian yang ketiga adalah memindahkan sebagian resiko yaitu dengan membayar premi. Itu contohnya adalah para manajer.

Kemudian yang ketiga adalah mengurangi resiko dengan melakukan portofolio. Itu misalnya dilakukan oleh investor-investor usaha dengan berinvestasi pada berbagai macam saham. Itu sikap dalam mengahadapi resiko.

keempat entrepreneur, bersedia menanggung kerugian

Resiko dalam praktik ternyata ada dua macam yaitu, satu resiko yang bisa dihindari, kedua adalah resiko yang tidak bisa dihindari (systematic risk). Untuk resiko-resiko yang tidak dapat dihindari misalnya kita melihat adalah bencana alam, itu tidak dapat dihindari. Tapi resiko-resiko yang dapat dihindari misalnya adalah karena faktor manusia, karena faktor sistem, dan karena faktor proses.

Ada tiga sudut pandang dalam melihat resiko. Yang pertama adalah dilihat dari siklus hidup perusahaan. Yang kedua dilihat dari bidang usahanya. Yang ketiga, kita bisa melihat resiko dari sudut pandang Bank Indonesia.

Dari sudut pandang siklus hidup perusahaan, resiko itu dibagi menjadi dua yaitu misalnya pada saat kita mau start up bisnis, yang kedua adalah pada saat scale up bisnis.

Untuk start up bisnis resiko tersebut biasanya dalam memilih jenis usaha, kemudian memilih rekanan, kemudian membuat keputusan pendanaan, dan terakhir yaitu keputusan teknis. Kemudian resiko yang kedua dari siklus hidup perusahaan yaitu pada waktu kita malakukan Scale Up bisnis. Ketika kita melakukan scale up bisnis, resikonya apa? Yang pertama adalah kelangkaan dan kenaikan bahan. Kemudian yang kedua adalah persaingan bisnis.

Menurut Bank Indoesia, resiko bisa dibagi menjadi lima, yaitu: 1) Resiko Pasar, 2) Resiko Kredit, 3) Resiko Likuiditas, 4) Resiko Operasional, 5) Resiko Strategik.

Untuk mengidentifikasi resiko, kita ada empat cara. Yang pertama dengan metode analisa. yang kedua dengan metode observasi dan survey. Yang ketiga adalah dengan metode risk marking. yang keempat adalah dengan metode informasi dari expert.

Nah, untuk mengelola resiko, ada empat tahap. yang sebaiknya kita perhatikan. Yang pertama adalah, kita rangking semua resiko yang mungkin terjadi. Kemudian yang kedua adalah urutkan berdasarkan dampak yang ditimbulkan. Yang ketiga adalah solusikan alternatif berdasarkan rangking tersebut. yang keempat adalah mengevaluasi. Artinya kalau salah ya bisnisnya diperbaiki. Kalau benar, dilanjutkan. Kemudian setelah kita mengelola resiko, ada beberapa tips untuk mengelola resiko. Yang pertama adalah hindari resiko yang sering terjadi. Kemudian yang kedua adalah asuransikan resiko yang sekali terjadi, namun dampaknya besar. Yang ketiga adalah lakukan pencegahan bagi resiko yang dampaknya kecil. Yang keempat adalah hadapi resiko yang dampaknya kecil, dan jarang terjadi.

Kesimpulan yang pertama dengan kita belajar resiko adalah kita bisa mengelola resiko. Artinya, kita dalam bisnis harus mengklasifikasikan resiko mana yang bisa dihindari, dan resiko mana yang tidak bisa dihindari. Kalau resiko yang tidak bisa kita hindari, ya kita harus menghadapinya. Tapi resiko yang bisa kita hindari, ya seminimal mungkin kita hindari dengan beberapa tips yang tadi sudah dijelaskan.

Saya ulangi lagi tipsnya adalah: Pertama, hindari resiko yang sering terjadi. Yang kedua asuransikan resiko yang sering terjadi, namun dampaknya besar. Yang ketiga adalah lakukan pencegahan bagi resiko yang dampaknya kecil. Yang terakhir adalah hadapi resiko yang dampaknya kecil, dan jarang terjadi.


Orang takut menghadapi resiko karena yang kita hadapi adalah sebuah masa depan yang tidak pasti. Setiap Entrepreneur tahu bagaimana dia mengkalkulasi sebuah resiko. Artinya begini. Resiko pada satu orang akan dipersepsi dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang melihat resiko itu dia sanggup hadapi, ada yang juga melihat bahwa dia tidak sanggup mengahadapinya. Ini tergantung dari pengalaman yang bersangkutan dan sejauh mana frekuensi atau akibat kepada yang bersangkutan juga.

Teori efektuasi ini punya lima prinsip. Salah satu prinsip yang paling utama adalah apa yang kita punya, karena Entrepreneur berangkat dari apa yang dia miliki, siapa dia, dan apa yang bisa dia lakukan. Entrepreneur yang sukses itu melakukan usahanya dengan sistem Affordable Loss. Artunya, dia tahu apa yang dia lakukan atau dia keluarkan, baik itu modal, baik itu tenaga, pikiran, itu dia siap menanggung kerugiannya.

Nah, bagaimana kita mengkalkulasi resiko itu? Tentunya mudah sekali kita membuat sebuah rencana bisnis. Bagaimana dia mengajak orang lain, mengajak partnernya untuk berbisnis, karena mungkin kalau dia hanya sendiri mungkin dia mudah sekali ragu-ragu atau takut mengambil resiko. Tapi dengan adanya partner dia akan lebih berani untuk bertindak. Demikian juga satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah masalah mentor. Seorang yang ingin berhasil, dia perlu sekali mentor. Mentor tidak harus selalu orang yang cerdas, sukses. Tapi orang yang bisa memberi dia support, dukungan, pengarahan, tahu arah mana yang harus dituju supaya dia bisa berhasil. Nah, cara-cara seperti ini harus dilakukan. Kita tidak mungkin sukses dengan seorang diri. Kita membutuhkan orang lain. Kita harus bisa meningkatkan apa yang kita punya supaya kita berhasil.

resiko muncul itu bisa diantisipasi melalui riset. Pendekatan riset yang aktual. Jangan kira-kira.kapan kita balik modal itu penting. Kita menjual berapa? Terus marketnya ada apa nggak? Perijinannya bagaimana? Terus itu kalkulasi Break Even Pointnya berapa? Kita itu punya senjatanya apa? Kalau kita sama sekali tidak punya senjata ya gimana lagi? Senjata bisa bermacam-macam. Berupa tanah, berupa uang, bisa ada yang dijaminkan.

kita harus tahu juga bagaimana kita memanfaatkan dan menjalin hubungan dengan network. Artinya kita harus siap bekerja sama dengan orang lain. Seorang Entrepreneur tidak mungkin sukses seorang diri. Dia juga perlu mentor. Seseorang yang bisa membawanya ke arah yang benar, untuk mencapai tujuannya. Visi juga adalah hal yang penting. Visi yang membuat  seseorang itu mempunyai tekad dan keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencapai tujuannya. Sehingga kalaupun dia mengalami kegagalan, dia tidak akan menyerah. Dia akan berusaha untuk bangkit lagi.

Sunday, September 15, 2013

Sepuluh Prinsip Bisnis Ciputra dalam Memulai Bisnis Baru #UCEO

Dalam memulai bisnis baru Ciputra memiliki sepuluh prinsip bisnis, yaitu :
  1. Mulailah dari apa yang ada pada diri kita, mulailah dari apa yang bisa kita lakukan. Coba sadari pengetahuan apa yang kita miliki, atau keahlian apa yang bisa dijadikan pijakan awal, dan adakah kawan-kawan yang bisa diajak ikut berbisnis? Mulailah dari langkah-langkah kecil, sampil merajut visi dan mimpi besar berikutnya.
  2. Carilah mitra bisnis yang melengkapi keunggulan Anda. Pola kemitraan akan memperkecil risiko masing-masing pihak dan memperbesar kemungkinan berhasilnya, karena dapat mempermudah dan mempercepat proses bisnis itu sendiri.
  3. Mencari mitra bisnis seperti mencari istri. Tak perlu tergesa-gesa, namun gunakan semua jalur yang mungkin untuk memperoleh informasi seluas-luasnya. Jika masih ragu bersabarlah, jika Anda yang perlu rendah hatilah. Tetaplah memperjelas kriteria dari mitra bisnis yang kita cari.
  4. Yakinkanlah mitra bisnis Anda dengan memberikan manfaat nyata, bukan janji-janji. Dan selalulah menjaga komitmen untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak agar reputasi terjaga dan hubungan bisa terjaga langgeng.
  5. Cermatlah membaca pasar. Jadilah yang terdepan dalam mengantisipasi siklus. Masukilah pasar yang belum matang.
  6. Ketepatan mengatakan “no” sama pentingnya dengan ketepatan mengatakan “yes”. Jangan takut menunda menggarap sebuah bisnis baru jika Anda yakin keputusan itu mendatangkan hasil yang lebih baik di masa depan.
  7. Ada kalanya seorang entrepreneur harus menggunakan intuisinya dalam mengambil keputusan. Intuisi dapat dilatih dan dipelajari berdasarkan pengalaman. Semakin sering seorang entrepreneur dihadapkan pada keharusan mengambil keputusan pada saat sulit, semakin tajam intuisinya.
  8. Seorang entrepreneur adalah juga seorang pemasar yang tangguh. Ia tak kenal lelah menceritakan dan meyakinkan sebanyak mungkin orang pada saat kapanpun tentang betapa bernilainya bisnis baru yang ia garap.
  9. Seorang entrepreneur yang sukses, membangun dan bekerja lewat organisasinya. Dalam tahap apapun bisnis Anda, usahakan membangun organisasi.
  10. Jangan memikirkan kemungkinan gagal. Pusatkan perhatian pada upaya mencapai hasil terbaik. Dan bila belum juga berhasil, upayakan lagi sampai berhasil.

Friday, September 13, 2013

UCEO week #3

dimulai dengan kreativitas, dikembangkan menjadi inovasi. Ketika semua ragam fungsi bisnis diinovasikan, itulah entrepreneurship.

Paling sedikit ada 8 fungsi bisnis yang dikembangkan:
finance, production, hrd&organisasi, marketing, design, environment, delivery&connectivity, strategic alliance

inovasi harus muncul di seluruh pelosok fungsi bisnis dan satu sama lain menciptakan interaksi sinergis sehingga secara keseluruhan menciptakan multiplikasi nilai tambah

Alan G Lafley, chairman P&G, innovation "across the spectrum".

Dave Whitwam, CEO Whirlpool, innovation from Everyone and Everywhere

Edward de Bobo "there is no doubt that creativity is the most important human resource of all. Without creativity, there would be no progress and we would be forever repeating the same patterns.

ROger von Oech, Ph.D stanford "History of Ideas" -> A Whack on the Side of the Head.. Terdapat 10 halangan kreatif, yaitu:
trying to find the right answer - temukan jawaban yang tepat, siapa bilang untuk setiap persoalan hanya ada satu jawaban.

logical thinking - pakai akal sehatmu, tidak semua hal bisa diterangkan dengan logika.

following rules - ikuti aturan yang sudah ada! Ada aturan yang harus diikuti, ada yang harus diganti karena kadaluwarsa, ada yang harus dilanggar karena ternyata dulu salah.

being practical - langsung saja to the point, jangan mutar - mutar! Padahal peserta didik yang berputar putar sedang melakukan eksplirasi lebih luas

play is not work - siapa bilang tidak ada proses kreatif dalam bermain.

that's not my job - kerjakan saja apa yang jadi pekerjaanmu! Dia tertarik dengan pekerjaan temannya karena itu lebih memiliki tantangan kreativitas dan cocok dengan talentanya.

being a serious person - Dalam tertawa ide segar keluar lebih lancar

avoiding ambiguity - entrepreneur akan selalu menghadapi ambiguitas. BIla sejak kecil tidak dibiasakan berani menghadapi ambiguitas akan sangat sukar untuk sukses dalam kentrepreneuran.


being wrong is bad - banyak hal membuat jiwa muda takut gagal, tidak ada orang yang takut gagal bisa berhasil hidupnya

i'm not creative - pelabelan tidak kreatif akan menanggung akibatnya terus menerus sampai akhir hidupnya


TQM - Astra - Total QUality Management - Gugus kendali mutu

Creative imitation - mengimitasi yang bagus dari kompetitor

Angel investor - sekelompok orang yang berani mengambil risiko finansial dengan cara mendanai bisnis baru yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi namun masih dalam tahap awal. Angel investor mendapat saham kepemilikan dari penggagas bisnis

Green development - has a focus on eco-property entrepreneurship as a unique strategy

Peter Drucker - innovation is the instrument of entrepreneurship - inovasi adalah instrumen untuk menciptakan nilai tambah secara dramatis dan kreatif di dalam tiap fungsi dari bisnis (menjejaki semua fungsi dan semua opsi, dengan tujuan menciptakan nilai tambah yang akan saling bersinergi dan mampu membuat pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak dan bahkan mengantri)

Jangan berkata tidak mungkin dulu, segala sesuatu yang kita persiapkan untuk mencapai tujuan yang masuk akal namanya perencanaan, sedangkan kalau tujuannya tidak masuk akal lalu kita temukan solusinya, maka itulah yang disebut inovasi.

kalau rutenya belum ada, maka tugas kita untuk menciptakannya

=====================================

video #1

Kreativitas adalah sesuatu penemuan yang baru untuk menggembirakan hati kita dari segi jiwa kita, hati kita.Nah, itu namanya lingkaran kecil. Kemudian ada lingkaran yang lebih besar yaitu inovasi. Inovasi berarti sesuatu cara yang kita ciptakan yang menguntungkan kita dari segi material. kemudian Entrepreneurship. Entrepreneurship itu merupakan lingkaran yang lebih besar lagi. Itu menjadi pokok. Inovasi menjadi cabang, kreativitas adalah ranting.

Kita harap seniman kita bukannya berhenti pada kreativitas, bukan berhenti pada inovasi, dan mereka bisa menjadi entrepreneur dalam bidang seni mereka. Itu yang disebut Atrpreneur. Makanya kami sudah membikin Artpreneur Center untuk menularkan Entrepreneur spirit ke seluruh seniman bahwa mereka bisa hidup dan makmur, menciptakan lapangan kerja, dalam kemampuan seni mereka.

=====================================

video #2

Ada yang mengerti namun tidak berkesan. Jadi pertanyaannya, bagaimana caranya supaya ada kesan yang mendalam? Bukan sekedar mengerti, meninggalkan kesan.

orang yang kreatif memiliki empat ciri. Ciri yang pertama, banyak gagasannya atau banyak idenya. Ciri yang kedua beda gagasannya. Yang ketiga, baru gagasannya atau orisinil. Dan yang keempat berguna gagasannya. Sedangkan inovasi adalah kreativitas yang diterima oleh pasar.

akar dari Entrepreneurship yang dimaksud Pak Ciputra adalah kreativitas, namun kreativitas harus dikembangkan jadi inovasi. Dan inovasi jangan hanya Anda akan satu inovasi. Buat berbagai ragam inovasi. Inovasikan produk Anda, inovasikan produksinya, inovasikan pemasarannya, keuangan, sumber daya manusia, distribusi, kemitraan strategis bahkan CSRnya. Kumpulan dari ragam inovasi itu, itu membentuk sebuah Entrepreneurship

=====================================

video #3


Kreativitas itu sendiri adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide yang baru dalam bidang apa pun juga

Inovasi sama dengan kreativitas plus penerimaan pasar.

ketika tidak ada kreativitas, di mana artinya bukan inovasi. Bisnis akan menjadi sangat ringkih. Sangat rentan terhadap kompetisi. Begitu tidak ada kreativitasnya, Anda masuk ke dalam dunia yang sangat kompetitif. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi.

Nah, begitulah produk-produk kreatif. Yang menurut kita kreatif, produk-produk kreatif belum tentu diterima dengan baik oleh pasar.

Kata “dan” biasa kita gunakan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya ide. Sedangkan kata “tapi” kita gunakan untuk Critical Thinking. Untuk mengevaluasi apakah ide-ide itu bermanfaat, berguna, mudah dilaksanakan, atau berdampak bagi customer kita.

“TA’KU TIRU KO” berarti  Tambah, Kurang, Tiru, Ubah & Kombinasikan.

Anda lihat di atasnya ada Tambah, Kurang, Tiru, Rubah, dan Kombinasi”. Dari atas ke bawah Anda bisa lihat di situ ada promosi, kemasan, service, dan keuangan.

Sunday, September 8, 2013

Healthy Metropolis First Aid (HMFA) - UCEO Task

Tugas Minggu ke 2 - Healthy Metropolis First Aid (HMFA)


Dear all UCEO-ers dan Pak Ciputra serta staff pengajar,


Ini adalah Ide pertama saya tentang peluang bisnis (sehubungan dengan tugas minggu ke 2) ..


Mungkin bisa dibuat suatu web portal khusus kesehatan yang terdiri dari informasi lengkap dari beberapa RS yang ada di jakarta (komunitas RS tertentu yang bersedia bergabung), obat' yang tersedia dan siap digunakan yang terdapat dari komunitas RS tersebut, dan berapa kamar yang available dari komunitas RS tersebut dan dimana saja. Mungkin untuk konsep readiness dan availability nya mirip dengan sistem konsep booking hotel dan reservasi restoran (dimana real time)

Ide ini dapat dikembangkan lagi lebih jauh dengan mengajak juga pihak' gym tempat fitness dan para ahli gizi untuk ikut serta ambil bagian dalam gerakan pola hidup sehat masyarakat Indonesia. Mungkin bisa dengan memberikan hal simple seperti lokasi gym yang tersedia yang dekat rumah di mana saja, berapa biaya membership gymnya, informasi tempat untuk berlatih pilates, yoga, dan kelas kelas kesehatan olahraga lainnya terdapat di mana saja, fakta tentang vitamin dan obat-obatan, pertolongan pertama jika terkena suatu penyakit, dll.





Dan untuk lebih jauh nya lagi, mungkin dapat dikembangkan menjadi mobile apps, sehingga suatu hari nanti semua orang, tidak terbatas siapapun dia, di mana saja, kapan pun saja, (tidak peduli menggunakan android, ios maupun blackberry) apabila ingin mendapatkan informasi kesehatan, rumah sakit, pola hidup sehat, dan informasi lainnya dapat dengan segera mengakses portal.



pembahasan dari sudut pandang 7 guideline ttg peluang bisnis:


1. Ada masalah yang ingin dipecahkan?
Kesehatan dan pola hidup sehat di daerah perkotaan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan.

There is an old saying that:

"The greatest wealth is Health.”


and I am agree with that



2. Pelanggan mau berkorban untuk solusi?
Tentu saja. Dikarenakan kesehatan itu penting, saya rasa semua pelanggan mau berkorban demi hidup sehat.

Baik untuk mendapat pelayanan kesehatan maupun informasi kesehatan mengenai gaya hidup sehat dan wawasan kesehatan lainnya.

Selain itu untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan, dapat menggunakan sistem user preference database juga, untuk menjaga customer relationship, sehingga data' kesehatan dan track record seseorang dapat dimaintain secara berkala apabila perlu dipantau medical recordnya. Jadi ketika pelanggan login ke portal, dapat langsung dikenali siapa pelanggan dan bagaimana data historis terakhir pelanggan.




3. Apakah ada nilai tambah sehingga pelanggan tidak sanggup bilang tidak?
Ada. Nilai tambah yang saya tawarkan di sini adalah pelanggan dapat langsung tau mengenai ada berapa ruangan kamar yang tersedia? Dokter siapa saja yang bertugas berjaga? Obat' apa saja yang tersedia (jika hanya ingin membeli obat). Bahkan jika dimungkinkan, terdapat unsur calculated risk untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjemput pasien dari RS? Serta bisa menentukan RS mana yang terdekat yang dapat dengan segera menolong pasien? Apakah rute yang dilewati dari RS ke daerah pasien itu sedang macet atau tidak? (terintegrasi juga dengan google maps dan informasi jalan raya dari TMC Polda)

Selain itu bisa menentukan shortest path dan optimal solution yang paling cocok untuk segera menolong pelanggan /pasien dari RS (RS yang sudah tergabung di komunitas web portal RS)


Hal ini sangat berguna sekali untuk seseorang yang membutuhkan pertolongan pertama jika mendadak mendapat serangan suatu penyakit (serangan jantung, sesak napas, hamil, dll)



4. menciptakan jarak dengan pesaing lainnya?
Menurut saya, website portal dan ide bisnis ini belum ada. Belum terjangkau dan terintegrasi dengan RS yang ada di jakarta - atau bahkan Pulau Jawa - atau bahkan bisa juga Seluruh Indonesia.

Tentu saja menciptakan jarak dengan pesaing portal kesehatan lainnya.



Dan jika dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah / departemen kesehatan, portal seperti ini saya rasa cukup satu saja untuk sebuah daerah / negara. Sehingga tidak ada pesaing.



5.Bermanfaatkah bagi masyarakat?
Website portal ini sangat bermanfaat bagi segala kalangan masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan, informasi pola hidup sehat, serta beberapa orang yang membutuhkan prioritas pertolongan pertama dengan segera


6. Berapa market size dan berapa yang bisa diambil?

Market size yang bisa diambil menurut saya tidak terbatas.

Mengapa?

Karena setiap tahun seperti yang kita ketahui untuk penduduk jakarta saja bertambah. Bagaimana dengan penduduk Indonesia? Sedangkan tidak menutup kemungkinan juga kita bekerja sama dengan luar negri, RS asing (sebagai contoh RS di Singapura), dan tidak menutup kemungkinan juga jika suatu hari nanti ada penduduk dari Singapura yang berobat ke Indonesia (jika Indonesia memiliki suatu spesialis rumah sakit no 1 di dunia yang telah terbukti prestasinya..)







Tapi untuk ide awal saya ini, saya batasi saja dengan jumlah populasi jakarta tahun 2013, yaitu sekitar 12.5 juta populasi.

Jadi market size yang bisa diambil adalah 12.5 juta pelanggan.




7. Bagaimana verifikasi di pasar?
Terdapat suatu layanan langsung diskusi dan email antara customer service portal yang telah bekerja sama juga dengan pihak RS. Sehingga dapat langsung dilayani secara Real Time dan mudah dilakukan verifikasi diskusi antara user / pelanggan / pengguna portal dengan pihak RS dan admin portal.



Demikian ide pertama ini saya buat.

Ditunggu masukan, saran, kritik, komentar, dan likesnya juga (kalau ada :p )



Dalam beberapa hari ke depan, saya akan posting lagi ide saya lainnya.

Last but not least, ide ini saya golongkan ke kuadran 4.






Salam Entrepreneurship,


Hansel Tanuwijaya