kalau kita dapat menghitung betul' resiko secara matang (termasuk hitungan rugi gagal) maka dapat berani mengambil tindakan.
resiko adalah penyimpangan-penyimpangan yang merugikan
Ternyata ada empat sikap dalam menghadapi resiko. Yang pertama yaitu, kita bisa belajar misalnya menghindari resiko sepeti orang tipe A tadi. Jadi itu contohnya misalnya seperti karyawan. Tidak berani mengambil keputusam, tidak berani mengambil usaha akhirnya dia ikut sama orang lain.
Kemudian yang kedua adalah tipe orang yang berani menghadapi resiko. Yaitu artinya dia bisa mengambil kemungkinan-kemungkinan di mana yang dia hasilkan di luar perkiraan. Kemudian yang ketiga adalah memindahkan sebagian resiko yaitu dengan membayar premi. Itu contohnya adalah para manajer.
Kemudian yang ketiga adalah mengurangi resiko dengan melakukan portofolio. Itu misalnya dilakukan oleh investor-investor usaha dengan berinvestasi pada berbagai macam saham. Itu sikap dalam mengahadapi resiko.
keempat entrepreneur, bersedia menanggung kerugian
Resiko dalam praktik ternyata ada dua macam yaitu, satu resiko yang bisa dihindari, kedua adalah resiko yang tidak bisa dihindari (systematic risk). Untuk resiko-resiko yang tidak dapat dihindari misalnya kita melihat adalah bencana alam, itu tidak dapat dihindari. Tapi resiko-resiko yang dapat dihindari misalnya adalah karena faktor manusia, karena faktor sistem, dan karena faktor proses.
Ada tiga sudut pandang dalam melihat resiko. Yang pertama adalah dilihat dari siklus hidup perusahaan. Yang kedua dilihat dari bidang usahanya. Yang ketiga, kita bisa melihat resiko dari sudut pandang Bank Indonesia.
Dari sudut pandang siklus hidup perusahaan, resiko itu dibagi menjadi dua yaitu misalnya pada saat kita mau start up bisnis, yang kedua adalah pada saat scale up bisnis.
Untuk start up bisnis resiko tersebut biasanya dalam memilih jenis usaha, kemudian memilih rekanan, kemudian membuat keputusan pendanaan, dan terakhir yaitu keputusan teknis. Kemudian resiko yang kedua dari siklus hidup perusahaan yaitu pada waktu kita malakukan Scale Up bisnis. Ketika kita melakukan scale up bisnis, resikonya apa? Yang pertama adalah kelangkaan dan kenaikan bahan. Kemudian yang kedua adalah persaingan bisnis.
Menurut Bank Indoesia, resiko bisa dibagi menjadi lima, yaitu: 1) Resiko Pasar, 2) Resiko Kredit, 3) Resiko Likuiditas, 4) Resiko Operasional, 5) Resiko Strategik.
Untuk mengidentifikasi resiko, kita ada empat cara. Yang pertama dengan metode analisa. yang kedua dengan metode observasi dan survey. Yang ketiga adalah dengan metode risk marking. yang keempat adalah dengan metode informasi dari expert.
Nah, untuk mengelola resiko, ada empat tahap. yang sebaiknya kita perhatikan. Yang pertama adalah, kita rangking semua resiko yang mungkin terjadi. Kemudian yang kedua adalah urutkan berdasarkan dampak yang ditimbulkan. Yang ketiga adalah solusikan alternatif berdasarkan rangking tersebut. yang keempat adalah mengevaluasi. Artinya kalau salah ya bisnisnya diperbaiki. Kalau benar, dilanjutkan. Kemudian setelah kita mengelola resiko, ada beberapa tips untuk mengelola resiko. Yang pertama adalah hindari resiko yang sering terjadi. Kemudian yang kedua adalah asuransikan resiko yang sekali terjadi, namun dampaknya besar. Yang ketiga adalah lakukan pencegahan bagi resiko yang dampaknya kecil. Yang keempat adalah hadapi resiko yang dampaknya kecil, dan jarang terjadi.
Kesimpulan yang pertama dengan kita belajar resiko adalah kita bisa mengelola resiko. Artinya, kita dalam bisnis harus mengklasifikasikan resiko mana yang bisa dihindari, dan resiko mana yang tidak bisa dihindari. Kalau resiko yang tidak bisa kita hindari, ya kita harus menghadapinya. Tapi resiko yang bisa kita hindari, ya seminimal mungkin kita hindari dengan beberapa tips yang tadi sudah dijelaskan.
Saya ulangi lagi tipsnya adalah: Pertama, hindari resiko yang sering terjadi. Yang kedua asuransikan resiko yang sering terjadi, namun dampaknya besar. Yang ketiga adalah lakukan pencegahan bagi resiko yang dampaknya kecil. Yang terakhir adalah hadapi resiko yang dampaknya kecil, dan jarang terjadi.
Orang takut menghadapi resiko karena yang kita hadapi adalah sebuah masa depan yang tidak pasti. Setiap Entrepreneur tahu bagaimana dia mengkalkulasi sebuah resiko. Artinya begini. Resiko pada satu orang akan dipersepsi dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang melihat resiko itu dia sanggup hadapi, ada yang juga melihat bahwa dia tidak sanggup mengahadapinya. Ini tergantung dari pengalaman yang bersangkutan dan sejauh mana frekuensi atau akibat kepada yang bersangkutan juga.
Teori efektuasi ini punya lima prinsip. Salah satu prinsip yang paling utama adalah apa yang kita punya, karena Entrepreneur berangkat dari apa yang dia miliki, siapa dia, dan apa yang bisa dia lakukan. Entrepreneur yang sukses itu melakukan usahanya dengan sistem Affordable Loss. Artunya, dia tahu apa yang dia lakukan atau dia keluarkan, baik itu modal, baik itu tenaga, pikiran, itu dia siap menanggung kerugiannya.
Nah, bagaimana kita mengkalkulasi resiko itu? Tentunya mudah sekali kita membuat sebuah rencana bisnis. Bagaimana dia mengajak orang lain, mengajak partnernya untuk berbisnis, karena mungkin kalau dia hanya sendiri mungkin dia mudah sekali ragu-ragu atau takut mengambil resiko. Tapi dengan adanya partner dia akan lebih berani untuk bertindak. Demikian juga satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah masalah mentor. Seorang yang ingin berhasil, dia perlu sekali mentor. Mentor tidak harus selalu orang yang cerdas, sukses. Tapi orang yang bisa memberi dia support, dukungan, pengarahan, tahu arah mana yang harus dituju supaya dia bisa berhasil. Nah, cara-cara seperti ini harus dilakukan. Kita tidak mungkin sukses dengan seorang diri. Kita membutuhkan orang lain. Kita harus bisa meningkatkan apa yang kita punya supaya kita berhasil.
resiko muncul itu bisa diantisipasi melalui riset. Pendekatan riset yang aktual. Jangan kira-kira.kapan kita balik modal itu penting. Kita menjual berapa? Terus marketnya ada apa nggak? Perijinannya bagaimana? Terus itu kalkulasi Break Even Pointnya berapa? Kita itu punya senjatanya apa? Kalau kita sama sekali tidak punya senjata ya gimana lagi? Senjata bisa bermacam-macam. Berupa tanah, berupa uang, bisa ada yang dijaminkan.
kita harus tahu juga bagaimana kita memanfaatkan dan menjalin hubungan dengan network. Artinya kita harus siap bekerja sama dengan orang lain. Seorang Entrepreneur tidak mungkin sukses seorang diri. Dia juga perlu mentor. Seseorang yang bisa membawanya ke arah yang benar, untuk mencapai tujuannya. Visi juga adalah hal yang penting. Visi yang membuat seseorang itu mempunyai tekad dan keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencapai tujuannya. Sehingga kalaupun dia mengalami kegagalan, dia tidak akan menyerah. Dia akan berusaha untuk bangkit lagi.
Monday, September 16, 2013
Sunday, September 15, 2013
Sepuluh Prinsip Bisnis Ciputra dalam Memulai Bisnis Baru #UCEO
Dalam memulai bisnis baru Ciputra memiliki sepuluh prinsip bisnis, yaitu :
-
Mulailah dari apa yang ada pada diri kita, mulailah dari apa yang bisa kita lakukan. Coba sadari pengetahuan apa yang kita miliki, atau keahlian apa yang bisa dijadikan pijakan awal, dan adakah kawan-kawan yang bisa diajak ikut berbisnis? Mulailah dari langkah-langkah kecil, sampil merajut visi dan mimpi besar berikutnya.
-
Carilah mitra bisnis yang melengkapi keunggulan Anda. Pola kemitraan akan memperkecil risiko masing-masing pihak dan memperbesar kemungkinan berhasilnya, karena dapat mempermudah dan mempercepat proses bisnis itu sendiri.
-
Mencari mitra bisnis seperti mencari istri. Tak perlu tergesa-gesa, namun gunakan semua jalur yang mungkin untuk memperoleh informasi seluas-luasnya. Jika masih ragu bersabarlah, jika Anda yang perlu rendah hatilah. Tetaplah memperjelas kriteria dari mitra bisnis yang kita cari.
-
Yakinkanlah mitra bisnis Anda dengan memberikan manfaat nyata, bukan janji-janji. Dan selalulah menjaga komitmen untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak agar reputasi terjaga dan hubungan bisa terjaga langgeng.
-
Cermatlah membaca pasar. Jadilah yang terdepan dalam mengantisipasi siklus. Masukilah pasar yang belum matang.
-
Ketepatan mengatakan “no” sama pentingnya dengan ketepatan mengatakan “yes”. Jangan takut menunda menggarap sebuah bisnis baru jika Anda yakin keputusan itu mendatangkan hasil yang lebih baik di masa depan.
-
Ada kalanya seorang entrepreneur harus menggunakan intuisinya dalam mengambil keputusan. Intuisi dapat dilatih dan dipelajari berdasarkan pengalaman. Semakin sering seorang entrepreneur dihadapkan pada keharusan mengambil keputusan pada saat sulit, semakin tajam intuisinya.
-
Seorang entrepreneur adalah juga seorang pemasar yang tangguh. Ia tak kenal lelah menceritakan dan meyakinkan sebanyak mungkin orang pada saat kapanpun tentang betapa bernilainya bisnis baru yang ia garap.
-
Seorang entrepreneur yang sukses, membangun dan bekerja lewat organisasinya. Dalam tahap apapun bisnis Anda, usahakan membangun organisasi.
-
Jangan memikirkan kemungkinan gagal. Pusatkan perhatian pada upaya mencapai hasil terbaik. Dan bila belum juga berhasil, upayakan lagi sampai berhasil.
Friday, September 13, 2013
UCEO week #3
dimulai dengan kreativitas, dikembangkan menjadi inovasi. Ketika semua ragam fungsi bisnis diinovasikan, itulah entrepreneurship.
Paling sedikit ada 8 fungsi bisnis yang dikembangkan:
finance, production, hrd&organisasi, marketing, design, environment, delivery&connectivity, strategic alliance
inovasi harus muncul di seluruh pelosok fungsi bisnis dan satu sama lain menciptakan interaksi sinergis sehingga secara keseluruhan menciptakan multiplikasi nilai tambah
Alan G Lafley, chairman P&G, innovation "across the spectrum".
Dave Whitwam, CEO Whirlpool, innovation from Everyone and Everywhere
Edward de Bobo "there is no doubt that creativity is the most important human resource of all. Without creativity, there would be no progress and we would be forever repeating the same patterns.
ROger von Oech, Ph.D stanford "History of Ideas" -> A Whack on the Side of the Head.. Terdapat 10 halangan kreatif, yaitu:
trying to find the right answer - temukan jawaban yang tepat, siapa bilang untuk setiap persoalan hanya ada satu jawaban.
logical thinking - pakai akal sehatmu, tidak semua hal bisa diterangkan dengan logika.
following rules - ikuti aturan yang sudah ada! Ada aturan yang harus diikuti, ada yang harus diganti karena kadaluwarsa, ada yang harus dilanggar karena ternyata dulu salah.
being practical - langsung saja to the point, jangan mutar - mutar! Padahal peserta didik yang berputar putar sedang melakukan eksplirasi lebih luas
play is not work - siapa bilang tidak ada proses kreatif dalam bermain.
that's not my job - kerjakan saja apa yang jadi pekerjaanmu! Dia tertarik dengan pekerjaan temannya karena itu lebih memiliki tantangan kreativitas dan cocok dengan talentanya.
being a serious person - Dalam tertawa ide segar keluar lebih lancar
avoiding ambiguity - entrepreneur akan selalu menghadapi ambiguitas. BIla sejak kecil tidak dibiasakan berani menghadapi ambiguitas akan sangat sukar untuk sukses dalam kentrepreneuran.
being wrong is bad - banyak hal membuat jiwa muda takut gagal, tidak ada orang yang takut gagal bisa berhasil hidupnya
i'm not creative - pelabelan tidak kreatif akan menanggung akibatnya terus menerus sampai akhir hidupnya
TQM - Astra - Total QUality Management - Gugus kendali mutu
Creative imitation - mengimitasi yang bagus dari kompetitor
Angel investor - sekelompok orang yang berani mengambil risiko finansial dengan cara mendanai bisnis baru yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi namun masih dalam tahap awal. Angel investor mendapat saham kepemilikan dari penggagas bisnis
Green development - has a focus on eco-property entrepreneurship as a unique strategy
Peter Drucker - innovation is the instrument of entrepreneurship - inovasi adalah instrumen untuk menciptakan nilai tambah secara dramatis dan kreatif di dalam tiap fungsi dari bisnis (menjejaki semua fungsi dan semua opsi, dengan tujuan menciptakan nilai tambah yang akan saling bersinergi dan mampu membuat pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak dan bahkan mengantri)
Jangan berkata tidak mungkin dulu, segala sesuatu yang kita persiapkan untuk mencapai tujuan yang masuk akal namanya perencanaan, sedangkan kalau tujuannya tidak masuk akal lalu kita temukan solusinya, maka itulah yang disebut inovasi.
kalau rutenya belum ada, maka tugas kita untuk menciptakannya
=====================================
video #1
Kreativitas adalah sesuatu penemuan yang baru untuk menggembirakan hati kita dari segi jiwa kita, hati kita.Nah, itu namanya lingkaran kecil. Kemudian ada lingkaran yang lebih besar yaitu inovasi. Inovasi berarti sesuatu cara yang kita ciptakan yang menguntungkan kita dari segi material. kemudian Entrepreneurship. Entrepreneurship itu merupakan lingkaran yang lebih besar lagi. Itu menjadi pokok. Inovasi menjadi cabang, kreativitas adalah ranting.
Kita harap seniman kita bukannya berhenti pada kreativitas, bukan berhenti pada inovasi, dan mereka bisa menjadi entrepreneur dalam bidang seni mereka. Itu yang disebut Atrpreneur. Makanya kami sudah membikin Artpreneur Center untuk menularkan Entrepreneur spirit ke seluruh seniman bahwa mereka bisa hidup dan makmur, menciptakan lapangan kerja, dalam kemampuan seni mereka.
=====================================
video #2
Ada yang mengerti namun tidak berkesan. Jadi pertanyaannya, bagaimana caranya supaya ada kesan yang mendalam? Bukan sekedar mengerti, meninggalkan kesan.
orang yang kreatif memiliki empat ciri. Ciri yang pertama, banyak gagasannya atau banyak idenya. Ciri yang kedua beda gagasannya. Yang ketiga, baru gagasannya atau orisinil. Dan yang keempat berguna gagasannya. Sedangkan inovasi adalah kreativitas yang diterima oleh pasar.
akar dari Entrepreneurship yang dimaksud Pak Ciputra adalah kreativitas, namun kreativitas harus dikembangkan jadi inovasi. Dan inovasi jangan hanya Anda akan satu inovasi. Buat berbagai ragam inovasi. Inovasikan produk Anda, inovasikan produksinya, inovasikan pemasarannya, keuangan, sumber daya manusia, distribusi, kemitraan strategis bahkan CSRnya. Kumpulan dari ragam inovasi itu, itu membentuk sebuah Entrepreneurship
=====================================
video #3
Kreativitas itu sendiri adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide yang baru dalam bidang apa pun juga
Inovasi sama dengan kreativitas plus penerimaan pasar.
ketika tidak ada kreativitas, di mana artinya bukan inovasi. Bisnis akan menjadi sangat ringkih. Sangat rentan terhadap kompetisi. Begitu tidak ada kreativitasnya, Anda masuk ke dalam dunia yang sangat kompetitif. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi.
Nah, begitulah produk-produk kreatif. Yang menurut kita kreatif, produk-produk kreatif belum tentu diterima dengan baik oleh pasar.
Kata “dan” biasa kita gunakan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya ide. Sedangkan kata “tapi” kita gunakan untuk Critical Thinking. Untuk mengevaluasi apakah ide-ide itu bermanfaat, berguna, mudah dilaksanakan, atau berdampak bagi customer kita.
“TA’KU TIRU KO” berarti Tambah, Kurang, Tiru, Ubah & Kombinasikan.
Anda lihat di atasnya ada Tambah, Kurang, Tiru, Rubah, dan Kombinasi”. Dari atas ke bawah Anda bisa lihat di situ ada promosi, kemasan, service, dan keuangan.
Paling sedikit ada 8 fungsi bisnis yang dikembangkan:
finance, production, hrd&organisasi, marketing, design, environment, delivery&connectivity, strategic alliance
inovasi harus muncul di seluruh pelosok fungsi bisnis dan satu sama lain menciptakan interaksi sinergis sehingga secara keseluruhan menciptakan multiplikasi nilai tambah
Alan G Lafley, chairman P&G, innovation "across the spectrum".
Dave Whitwam, CEO Whirlpool, innovation from Everyone and Everywhere
Edward de Bobo "there is no doubt that creativity is the most important human resource of all. Without creativity, there would be no progress and we would be forever repeating the same patterns.
ROger von Oech, Ph.D stanford "History of Ideas" -> A Whack on the Side of the Head.. Terdapat 10 halangan kreatif, yaitu:
trying to find the right answer - temukan jawaban yang tepat, siapa bilang untuk setiap persoalan hanya ada satu jawaban.
logical thinking - pakai akal sehatmu, tidak semua hal bisa diterangkan dengan logika.
following rules - ikuti aturan yang sudah ada! Ada aturan yang harus diikuti, ada yang harus diganti karena kadaluwarsa, ada yang harus dilanggar karena ternyata dulu salah.
being practical - langsung saja to the point, jangan mutar - mutar! Padahal peserta didik yang berputar putar sedang melakukan eksplirasi lebih luas
play is not work - siapa bilang tidak ada proses kreatif dalam bermain.
that's not my job - kerjakan saja apa yang jadi pekerjaanmu! Dia tertarik dengan pekerjaan temannya karena itu lebih memiliki tantangan kreativitas dan cocok dengan talentanya.
being a serious person - Dalam tertawa ide segar keluar lebih lancar
avoiding ambiguity - entrepreneur akan selalu menghadapi ambiguitas. BIla sejak kecil tidak dibiasakan berani menghadapi ambiguitas akan sangat sukar untuk sukses dalam kentrepreneuran.
being wrong is bad - banyak hal membuat jiwa muda takut gagal, tidak ada orang yang takut gagal bisa berhasil hidupnya
i'm not creative - pelabelan tidak kreatif akan menanggung akibatnya terus menerus sampai akhir hidupnya
TQM - Astra - Total QUality Management - Gugus kendali mutu
Creative imitation - mengimitasi yang bagus dari kompetitor
Angel investor - sekelompok orang yang berani mengambil risiko finansial dengan cara mendanai bisnis baru yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi namun masih dalam tahap awal. Angel investor mendapat saham kepemilikan dari penggagas bisnis
Green development - has a focus on eco-property entrepreneurship as a unique strategy
Peter Drucker - innovation is the instrument of entrepreneurship - inovasi adalah instrumen untuk menciptakan nilai tambah secara dramatis dan kreatif di dalam tiap fungsi dari bisnis (menjejaki semua fungsi dan semua opsi, dengan tujuan menciptakan nilai tambah yang akan saling bersinergi dan mampu membuat pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak dan bahkan mengantri)
Jangan berkata tidak mungkin dulu, segala sesuatu yang kita persiapkan untuk mencapai tujuan yang masuk akal namanya perencanaan, sedangkan kalau tujuannya tidak masuk akal lalu kita temukan solusinya, maka itulah yang disebut inovasi.
kalau rutenya belum ada, maka tugas kita untuk menciptakannya
=====================================
video #1
Kreativitas adalah sesuatu penemuan yang baru untuk menggembirakan hati kita dari segi jiwa kita, hati kita.Nah, itu namanya lingkaran kecil. Kemudian ada lingkaran yang lebih besar yaitu inovasi. Inovasi berarti sesuatu cara yang kita ciptakan yang menguntungkan kita dari segi material. kemudian Entrepreneurship. Entrepreneurship itu merupakan lingkaran yang lebih besar lagi. Itu menjadi pokok. Inovasi menjadi cabang, kreativitas adalah ranting.
Kita harap seniman kita bukannya berhenti pada kreativitas, bukan berhenti pada inovasi, dan mereka bisa menjadi entrepreneur dalam bidang seni mereka. Itu yang disebut Atrpreneur. Makanya kami sudah membikin Artpreneur Center untuk menularkan Entrepreneur spirit ke seluruh seniman bahwa mereka bisa hidup dan makmur, menciptakan lapangan kerja, dalam kemampuan seni mereka.
=====================================
video #2
Ada yang mengerti namun tidak berkesan. Jadi pertanyaannya, bagaimana caranya supaya ada kesan yang mendalam? Bukan sekedar mengerti, meninggalkan kesan.
orang yang kreatif memiliki empat ciri. Ciri yang pertama, banyak gagasannya atau banyak idenya. Ciri yang kedua beda gagasannya. Yang ketiga, baru gagasannya atau orisinil. Dan yang keempat berguna gagasannya. Sedangkan inovasi adalah kreativitas yang diterima oleh pasar.
akar dari Entrepreneurship yang dimaksud Pak Ciputra adalah kreativitas, namun kreativitas harus dikembangkan jadi inovasi. Dan inovasi jangan hanya Anda akan satu inovasi. Buat berbagai ragam inovasi. Inovasikan produk Anda, inovasikan produksinya, inovasikan pemasarannya, keuangan, sumber daya manusia, distribusi, kemitraan strategis bahkan CSRnya. Kumpulan dari ragam inovasi itu, itu membentuk sebuah Entrepreneurship
=====================================
video #3
Kreativitas itu sendiri adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide yang baru dalam bidang apa pun juga
Inovasi sama dengan kreativitas plus penerimaan pasar.
ketika tidak ada kreativitas, di mana artinya bukan inovasi. Bisnis akan menjadi sangat ringkih. Sangat rentan terhadap kompetisi. Begitu tidak ada kreativitasnya, Anda masuk ke dalam dunia yang sangat kompetitif. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi.
Nah, begitulah produk-produk kreatif. Yang menurut kita kreatif, produk-produk kreatif belum tentu diterima dengan baik oleh pasar.
Kata “dan” biasa kita gunakan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya ide. Sedangkan kata “tapi” kita gunakan untuk Critical Thinking. Untuk mengevaluasi apakah ide-ide itu bermanfaat, berguna, mudah dilaksanakan, atau berdampak bagi customer kita.
“TA’KU TIRU KO” berarti Tambah, Kurang, Tiru, Ubah & Kombinasikan.
Anda lihat di atasnya ada Tambah, Kurang, Tiru, Rubah, dan Kombinasi”. Dari atas ke bawah Anda bisa lihat di situ ada promosi, kemasan, service, dan keuangan.
Sunday, September 8, 2013
Healthy Metropolis First Aid (HMFA) - UCEO Task
Tugas Minggu ke 2 - Healthy Metropolis First Aid (HMFA)
Dear all UCEO-ers dan Pak Ciputra serta staff pengajar,
Ini adalah Ide pertama saya tentang peluang bisnis (sehubungan dengan tugas minggu ke 2) ..
Mungkin bisa dibuat suatu web portal khusus kesehatan yang terdiri dari informasi lengkap dari beberapa RS yang ada di jakarta (komunitas RS tertentu yang bersedia bergabung), obat' yang tersedia dan siap digunakan yang terdapat dari komunitas RS tersebut, dan berapa kamar yang available dari komunitas RS tersebut dan dimana saja. Mungkin untuk konsep readiness dan availability nya mirip dengan sistem konsep booking hotel dan reservasi restoran (dimana real time)
Ide ini dapat dikembangkan lagi lebih jauh dengan mengajak juga pihak' gym tempat fitness dan para ahli gizi untuk ikut serta ambil bagian dalam gerakan pola hidup sehat masyarakat Indonesia. Mungkin bisa dengan memberikan hal simple seperti lokasi gym yang tersedia yang dekat rumah di mana saja, berapa biaya membership gymnya, informasi tempat untuk berlatih pilates, yoga, dan kelas kelas kesehatan olahraga lainnya terdapat di mana saja, fakta tentang vitamin dan obat-obatan, pertolongan pertama jika terkena suatu penyakit, dll.
Dan untuk lebih jauh nya lagi, mungkin dapat dikembangkan menjadi mobile apps, sehingga suatu hari nanti semua orang, tidak terbatas siapapun dia, di mana saja, kapan pun saja, (tidak peduli menggunakan android, ios maupun blackberry) apabila ingin mendapatkan informasi kesehatan, rumah sakit, pola hidup sehat, dan informasi lainnya dapat dengan segera mengakses portal.
pembahasan dari sudut pandang 7 guideline ttg peluang bisnis:
1. Ada masalah yang ingin dipecahkan?
Kesehatan dan pola hidup sehat di daerah perkotaan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan.
There is an old saying that:
"The greatest wealth is Health.”
and I am agree with that
2. Pelanggan mau berkorban untuk solusi?
Tentu saja. Dikarenakan kesehatan itu penting, saya rasa semua pelanggan mau berkorban demi hidup sehat.
Baik untuk mendapat pelayanan kesehatan maupun informasi kesehatan mengenai gaya hidup sehat dan wawasan kesehatan lainnya.
Selain itu untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan, dapat menggunakan sistem user preference database juga, untuk menjaga customer relationship, sehingga data' kesehatan dan track record seseorang dapat dimaintain secara berkala apabila perlu dipantau medical recordnya. Jadi ketika pelanggan login ke portal, dapat langsung dikenali siapa pelanggan dan bagaimana data historis terakhir pelanggan.
3. Apakah ada nilai tambah sehingga pelanggan tidak sanggup bilang tidak?
Ada. Nilai tambah yang saya tawarkan di sini adalah pelanggan dapat langsung tau mengenai ada berapa ruangan kamar yang tersedia? Dokter siapa saja yang bertugas berjaga? Obat' apa saja yang tersedia (jika hanya ingin membeli obat). Bahkan jika dimungkinkan, terdapat unsur calculated risk untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjemput pasien dari RS? Serta bisa menentukan RS mana yang terdekat yang dapat dengan segera menolong pasien? Apakah rute yang dilewati dari RS ke daerah pasien itu sedang macet atau tidak? (terintegrasi juga dengan google maps dan informasi jalan raya dari TMC Polda)
Selain itu bisa menentukan shortest path dan optimal solution yang paling cocok untuk segera menolong pelanggan /pasien dari RS (RS yang sudah tergabung di komunitas web portal RS)
Hal ini sangat berguna sekali untuk seseorang yang membutuhkan pertolongan pertama jika mendadak mendapat serangan suatu penyakit (serangan jantung, sesak napas, hamil, dll)
4. menciptakan jarak dengan pesaing lainnya?
Menurut saya, website portal dan ide bisnis ini belum ada. Belum terjangkau dan terintegrasi dengan RS yang ada di jakarta - atau bahkan Pulau Jawa - atau bahkan bisa juga Seluruh Indonesia.
Tentu saja menciptakan jarak dengan pesaing portal kesehatan lainnya.
Dan jika dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah / departemen kesehatan, portal seperti ini saya rasa cukup satu saja untuk sebuah daerah / negara. Sehingga tidak ada pesaing.
5.Bermanfaatkah bagi masyarakat?
Website portal ini sangat bermanfaat bagi segala kalangan masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan, informasi pola hidup sehat, serta beberapa orang yang membutuhkan prioritas pertolongan pertama dengan segera
6. Berapa market size dan berapa yang bisa diambil?
Market size yang bisa diambil menurut saya tidak terbatas.
Mengapa?
Karena setiap tahun seperti yang kita ketahui untuk penduduk jakarta saja bertambah. Bagaimana dengan penduduk Indonesia? Sedangkan tidak menutup kemungkinan juga kita bekerja sama dengan luar negri, RS asing (sebagai contoh RS di Singapura), dan tidak menutup kemungkinan juga jika suatu hari nanti ada penduduk dari Singapura yang berobat ke Indonesia (jika Indonesia memiliki suatu spesialis rumah sakit no 1 di dunia yang telah terbukti prestasinya..)
Tapi untuk ide awal saya ini, saya batasi saja dengan jumlah populasi jakarta tahun 2013, yaitu sekitar 12.5 juta populasi.
Jadi market size yang bisa diambil adalah 12.5 juta pelanggan.
7. Bagaimana verifikasi di pasar?
Terdapat suatu layanan langsung diskusi dan email antara customer service portal yang telah bekerja sama juga dengan pihak RS. Sehingga dapat langsung dilayani secara Real Time dan mudah dilakukan verifikasi diskusi antara user / pelanggan / pengguna portal dengan pihak RS dan admin portal.
Demikian ide pertama ini saya buat.
Ditunggu masukan, saran, kritik, komentar, dan likesnya juga (kalau ada :p )
Dalam beberapa hari ke depan, saya akan posting lagi ide saya lainnya.
Last but not least, ide ini saya golongkan ke kuadran 4.
Salam Entrepreneurship,
Hansel Tanuwijaya
Dear all UCEO-ers dan Pak Ciputra serta staff pengajar,
Ini adalah Ide pertama saya tentang peluang bisnis (sehubungan dengan tugas minggu ke 2) ..
Mungkin bisa dibuat suatu web portal khusus kesehatan yang terdiri dari informasi lengkap dari beberapa RS yang ada di jakarta (komunitas RS tertentu yang bersedia bergabung), obat' yang tersedia dan siap digunakan yang terdapat dari komunitas RS tersebut, dan berapa kamar yang available dari komunitas RS tersebut dan dimana saja. Mungkin untuk konsep readiness dan availability nya mirip dengan sistem konsep booking hotel dan reservasi restoran (dimana real time)
Ide ini dapat dikembangkan lagi lebih jauh dengan mengajak juga pihak' gym tempat fitness dan para ahli gizi untuk ikut serta ambil bagian dalam gerakan pola hidup sehat masyarakat Indonesia. Mungkin bisa dengan memberikan hal simple seperti lokasi gym yang tersedia yang dekat rumah di mana saja, berapa biaya membership gymnya, informasi tempat untuk berlatih pilates, yoga, dan kelas kelas kesehatan olahraga lainnya terdapat di mana saja, fakta tentang vitamin dan obat-obatan, pertolongan pertama jika terkena suatu penyakit, dll.
Dan untuk lebih jauh nya lagi, mungkin dapat dikembangkan menjadi mobile apps, sehingga suatu hari nanti semua orang, tidak terbatas siapapun dia, di mana saja, kapan pun saja, (tidak peduli menggunakan android, ios maupun blackberry) apabila ingin mendapatkan informasi kesehatan, rumah sakit, pola hidup sehat, dan informasi lainnya dapat dengan segera mengakses portal.
pembahasan dari sudut pandang 7 guideline ttg peluang bisnis:
1. Ada masalah yang ingin dipecahkan?
Kesehatan dan pola hidup sehat di daerah perkotaan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan.
There is an old saying that:
"The greatest wealth is Health.”
and I am agree with that
2. Pelanggan mau berkorban untuk solusi?
Tentu saja. Dikarenakan kesehatan itu penting, saya rasa semua pelanggan mau berkorban demi hidup sehat.
Baik untuk mendapat pelayanan kesehatan maupun informasi kesehatan mengenai gaya hidup sehat dan wawasan kesehatan lainnya.
Selain itu untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan, dapat menggunakan sistem user preference database juga, untuk menjaga customer relationship, sehingga data' kesehatan dan track record seseorang dapat dimaintain secara berkala apabila perlu dipantau medical recordnya. Jadi ketika pelanggan login ke portal, dapat langsung dikenali siapa pelanggan dan bagaimana data historis terakhir pelanggan.
3. Apakah ada nilai tambah sehingga pelanggan tidak sanggup bilang tidak?
Ada. Nilai tambah yang saya tawarkan di sini adalah pelanggan dapat langsung tau mengenai ada berapa ruangan kamar yang tersedia? Dokter siapa saja yang bertugas berjaga? Obat' apa saja yang tersedia (jika hanya ingin membeli obat). Bahkan jika dimungkinkan, terdapat unsur calculated risk untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjemput pasien dari RS? Serta bisa menentukan RS mana yang terdekat yang dapat dengan segera menolong pasien? Apakah rute yang dilewati dari RS ke daerah pasien itu sedang macet atau tidak? (terintegrasi juga dengan google maps dan informasi jalan raya dari TMC Polda)
Selain itu bisa menentukan shortest path dan optimal solution yang paling cocok untuk segera menolong pelanggan /pasien dari RS (RS yang sudah tergabung di komunitas web portal RS)
Hal ini sangat berguna sekali untuk seseorang yang membutuhkan pertolongan pertama jika mendadak mendapat serangan suatu penyakit (serangan jantung, sesak napas, hamil, dll)
4. menciptakan jarak dengan pesaing lainnya?
Menurut saya, website portal dan ide bisnis ini belum ada. Belum terjangkau dan terintegrasi dengan RS yang ada di jakarta - atau bahkan Pulau Jawa - atau bahkan bisa juga Seluruh Indonesia.
Tentu saja menciptakan jarak dengan pesaing portal kesehatan lainnya.
Dan jika dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah / departemen kesehatan, portal seperti ini saya rasa cukup satu saja untuk sebuah daerah / negara. Sehingga tidak ada pesaing.
5.Bermanfaatkah bagi masyarakat?
Website portal ini sangat bermanfaat bagi segala kalangan masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan, informasi pola hidup sehat, serta beberapa orang yang membutuhkan prioritas pertolongan pertama dengan segera
6. Berapa market size dan berapa yang bisa diambil?
Market size yang bisa diambil menurut saya tidak terbatas.
Mengapa?
Karena setiap tahun seperti yang kita ketahui untuk penduduk jakarta saja bertambah. Bagaimana dengan penduduk Indonesia? Sedangkan tidak menutup kemungkinan juga kita bekerja sama dengan luar negri, RS asing (sebagai contoh RS di Singapura), dan tidak menutup kemungkinan juga jika suatu hari nanti ada penduduk dari Singapura yang berobat ke Indonesia (jika Indonesia memiliki suatu spesialis rumah sakit no 1 di dunia yang telah terbukti prestasinya..)
Tapi untuk ide awal saya ini, saya batasi saja dengan jumlah populasi jakarta tahun 2013, yaitu sekitar 12.5 juta populasi.
Jadi market size yang bisa diambil adalah 12.5 juta pelanggan.
7. Bagaimana verifikasi di pasar?
Terdapat suatu layanan langsung diskusi dan email antara customer service portal yang telah bekerja sama juga dengan pihak RS. Sehingga dapat langsung dilayani secara Real Time dan mudah dilakukan verifikasi diskusi antara user / pelanggan / pengguna portal dengan pihak RS dan admin portal.
Demikian ide pertama ini saya buat.
Ditunggu masukan, saran, kritik, komentar, dan likesnya juga (kalau ada :p )
Dalam beberapa hari ke depan, saya akan posting lagi ide saya lainnya.
Last but not least, ide ini saya golongkan ke kuadran 4.
Salam Entrepreneurship,
Hansel Tanuwijaya
Saturday, September 7, 2013
UCEO week #2
Notes second class..
====================================================================
ber-"entrepreneur"
secara inovatif setidaknya harus melakukan 3 langkah, yaitu opportunity
seeking (pencarian peluang), innovator (inovator), dan calculated
risk taker (pengambil risiko).
kita harus
mengganti opportunity seeking dengan opportunity creating!' "Mencipta lebih tinggi dari sekadar
mencari
penciptaan peluang merupakan suatu kata unik dan baru
dalam khazanah diskusi keentrepreneuran di Indonesia
peran kreativitas dalam kcentrepreneuran. Kreativitas
seakan sebuah kecakapan fundamental yang bisa menjadi dasar dari banyak hal,
termasuk di dalamnya peluang bisnis. Perjumpaan kreativitas dengan peluang
menghasilkan padanan dua kata yang perkasa yaitu penciptaan peluang. Dua
kata ini memberikan harapan dan semangat bagi para entrepreneur. Sebab, bila
kita memiliki daya cipta (kreativitas) dan paham bagaimana bisnis beroperasi
secara mendalam, peluang akan selalu dapat tercipta.
Indeed, three oj the most frequently
mentioned functional roles oj entrepreneurs are associated with major schools oj
thought on entrepreneurship:
•
Risk seeking: the Cantillon or
Knightian entrepreneur willing to take the risk associated with uncertainty.
•
Innouatiueness: the Schumpeterian
entrepreneur a(Celerating the generation, dissemination and application of innovative
ideas.
•
Opportunity seeking: the Kiznerian
entrepreneur perceiving and seizing new prq/it opportunities (GECD 1998: 11; Carreeand7hurik
2002: 8).
•
|
Tabel
Identifikasi Peluang Ciputra Way
|
||
|
|
Permintaan
sudah jelas
|
Permintaan
tidak jelas
|
|
Pasokan
sudan jelas
|
Opportunity
Recognition (mencari produkyang tepat)
Kenal
- K
|
Opportunity
Seeking
(mencari
target pasar yang tepat)
Cari
- C
|
|
Pasokan
tidak jelas
|
Opportunity
Discovery
(mencari
solusi dan harga yang tepat)
Temu
- T
|
Opportunity
Creation
(imajinasi
dan inovasi dalam perspektif pelanggan)
Kreasi
- K
|
BERIKAN NILAI TAMBAH
1.Kegunaan bagi Pelanggan
2.Kemudahan
3.Keceriaan
4.Keindahan
5.Harga yang Lebih Baik
6.Risiko yang lebih Rendah
7.Kebanggaan
8.Ramah Lingkungan
Temukan cara inovatif untuk AIDA
A (Attention): Bagaimana menarik perhatian
I (Interest): Bagaimana menciptakan keinginan
D (Decision): Bagaimana mendorong Keputusan
A (Action): Bagaimana membuat pelanggan melakukan aksi
nyata
.
Ketika
peluang berhasil kita identifikasi dalam situasi permintaan dan pasokan yang
sudah jelas, maka dapat kita namakan proses ini sebagai opportunity
recognition
Dalam
opportunity seeking sang entrepreneur akan bertanya tiga pertanyaan
mendasar bagi keberhasilan sebuah produk yaitu: siapa, di mana, dan berapa
besarpefuangnya. Pe1uang adalah kata kunci yang mendahului produk, bukan
sebaliknya.Jadi ketika kita mendapatkan produknya terleb ih dahulu, maka kita
harus kembali ke pertanyaan utarna tentang peluang sebe1um membuat program
pemasaran untuk produk tersebut
Entrepreneur akan rnelihat permasalahan adalah
peluang, kesulitan adalah kesernpatan, dan mereka akan terpicu untuk menernukan
solusinya serta mernasarkan solusi tersebut. Proses men-"discover (rnenemukan
dengan sengaja)" solusi tersebut adalah proses opportunity discovery
Opportunity creating tidak
didapatkan dengan bertanya kepada konsumen apa yang mereka butuhkan. Bukan
berarti pemahaman konsumen tidak penting, Dalam opportunity creation sang
entrepreneur hams dapat mengidentifikasi kebutuhan konsumen melampaui apa yang
dapat mereka ucapkan. Mereka harus dapat menjelajah ruang kebutuhan dan
keinginan konsumen yang tidak disadari konsumennya sendiri. Dan ketika produk
atau jasa tersebut tercipta, pelanggan, tidak sanggup mengatakan tidak.
Mencari peluang berbeda dengan menciptakan peluang
(membuat sesuatu yang baru)
Ide bisnis tidak sama dengan peluang bisnis. Peluang
bisnis untuk kita apabila kita bisa menciptakan solusi untuk pelanggan, ketika
dikembangkan sanggup dibeli oleh pelanggan (ada masalah yang dipecahkan, atau
diberi added value)
Ide bisnis disebut peluang jika: ada masalah,
pelanggan mau berkorban, apakah ada nilai tambah sehingga pelanggan tidak
sanggup bilang tidak, menciptakan jarak dengan pesaing, manfaat bagi
masyarakat, berapa market size dan berapa yang bisa diambil, verifikasi di
pasar
Kemampuan kepemimpinan
KCTK – Kenal Cari Temu Kreasi
Subscribe to:
Posts (Atom)